Kenalkan Sistem Pengolahan Air Baku, IPA Dekeng Terbuka Untuk Pelajaran dan Mahasiswa 

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor membuka pintu lebar-lebar bagi pelajar dan mahasiswa untuk  mengenal dan melihat secara langsung sistem pengolahan air baku menjadi air bersih. Selama satu pekan puluhan mahasiswa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan.

Kenalkan Sistem Pengolahan Air Baku, IPA Dekeng Terbuka Untuk Pelajaran dan Mahasiswa 
INILAHKORAN, Bogor - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor membuka pintu lebar-lebar bagi pelajar dan mahasiswa untuk  mengenal dan melihat secara langsung sistem pengolahan air baku menjadi air bersih. Selama satu pekan puluhan mahasiswa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Bogor, Rino Indira Gusniawan mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan cara pengolahan air kepada institusi pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT).
"Ya, kami ingin memperkenalkan proses pengolahan air dari mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai Universitas. Jadi semiga ini bisa dimanfaatkan benar oleh institusi-institusi pendidikan," ungkap Rino kepda wartawan pada Minggu (01/10/2022).
Rino membeberkan, dalam memperkenalkan cara pengolahan air itu, Perumda Tirta Pakuan juga memfasilitasi para mahasiswa dengan ruang yang nyaman dan memperkenalkan kondisi daerah di wilaha IPA Dekeng.
"Jadi, tudak hanya tempat untuk menyampaikan pesan saja. Tetapi juga memberikan encourage (dorongan) kepada mereka bahwa masih melihat banyak sampah dan masih melihat air keruh. Itu bagian dari pendidikan agar mereka mempunyai gambaran bahwa 90 persen air baku kami diambil dari sungai," terang Rino.
Rino menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini pihaknya dan mahasiswa bisa bersama-sama menjaga kelangsungan sungai, sehingga jangan sampai suatu hari masyarakat tidak mendapat air bersih karena Perumda Tirta Pakuan tidak bisa menyediakan air baku. Padahal itu peran semua elemen dalam menjaga kebersihan sungai dan menjaga lingkungan sekitar.
"Kemarin ada acara penanaman pohon kami juga berpesan bahwa perbaikan lingkungan terutama di sungai ini harus ada peran serta semua orang dan semua unsur," jelas Rino.
Rino mengungkapkan, bahwa mahasiswa masih memiliki sikap idelais. Sikap idealis itu, bisa bangun dari kecintaan mereka terhadap lingkungan.
"Saya bilang untuk yang datang ini harus upload konten ke medsos biar tersiarkan ke semua. Yang paling bagus itu bukan kami mengklaim sesuatu, tapi kami memang diapresiasi oleh orang lain, kalau kami diapresisasi bararti langkah-langkah kami diterima oleh masyarakat," pungkasnya.


Editor : asayuti